Thursday, 19 November 2020

Aman! Nyaman! Efisien! RFID kini hadir di perpustakaan!




Mungkin kalian pernah mendengar yang namanya sistem RFID? apasih sistem tersebut? kok perpustakaan makin canggih ya? harus make sistem-sistem rumit segala?
Eits,tunggu dulu jangan banyak tanya dulu ya, karena sistem ini sangat canggih lo! kalian yang pernah ke perpustakaan pasti jarang merasakan layanan atau sistem yang super keren seperti ini!
Perpustaakan merupakan jendala dunia,keamanan dan kenyamanan merupakan suatu hal yang menjadi faktor layanan yang baik. Misal ketika kita meminjam suatu buku pasti sangat susah ya bila menunggu atau mengantri lama karena input data dan buku oleh pustakawan, bahkan pernah tidak kalian menemukan buku yang hilang,atau dicuri? wahh bisa gitu yaa ? nah dari sini perkembangan zaman sudah mutakhir, dari era input manual sampai adanya sistem barcode, perpustakaan mentransformasi sistemnya dan melakukan pembaharuan guna meningkatkan pelayanan yang ada, salah satunya adalah inovasi RFID!




Perlu kalian tau RFID (Radio Frequency Identification) merupakan kombinasi teknologi perpaduan antara radio dan juga microchip,lalu "Tag" ditempel ke bahan pustaka, lalu sistem akan membaca Tag yang sudah ada,sensor yang berkerja akan membaca dari jarak jauh sekalipun karena sudah terverifikasi kedalam sistem. Wah canggih betul ya!
selain itu RFID lebih efisien dan aman dari pendahulunya,seperti sistem barcode maupun cara konvensional karena radio dan sensor yang lebih aktual kini bisa dipindai dalam Tag didalam bahan pustaka.
Kenapa bisa demikian ? Karena adanga microchip lah yang berperan di dalamnya,memungkinkan penginputan dan pendataan,selain itu penggunaan algoritma didalamnya dinilai mempercepat pengoprasian, maka ketika pustakawan hendak melakukan kegiatan sirkulasi bahan pustaka,akan terasa lebih cepat karena sistem Tag yang mempercepat pendataan, Keren yaa!

Jadi RFID adalah sistem yang dirancang untuk mendeteksi kehilangan maupun pencurian bahan pustaka dan layanan lainya, selanjutnya dengan adanya RFID ini layanan sirkulasi maupun layanan bahan pustaka menjadi lebih efisien dan cepat karena penggunaan "Tag" yang di scan dari jarak jauh, sehingga tidak perlu di input manual!

Dengan adanya RFID ini, kegiatan perpustakaan menjadi semakin mudah,cepat dan efisien! jadi jangan sungkan untuk berkunjung ke perpustakaan ya!


Thursday, 12 November 2020

Minum Air Jahe Yuk!

Jahe sudah dikenal selama ribuan tahun sebagai rempah yang punya banyak manfaat. Selain diolah menjadi jamu atau ke dalam masakan favorit Anda, jahe juga bisa diminum airnya untuk mengobati berbagai keluhan kesehatan. Berikut berbagai manfaat kesehatan yang bisa Anda peroleh jika rajin minum air jahe.

 

1. Meredakan nyeri dan sakit

Gingerol dan fenol, senyawa kimia yang terkandung dalam jahe, bersifat antinyeri yang bisa meredakan rasa sakit. Keduanya berkhasiat meredakan gejala iritasi lambung, meredakan kram perut menstruasi, hingga nyeri otot setelah berolahraga.

Sebuah penelitian yang melibatkan 60 orang dewasa pengidap migrain melaporkan bahwa air jahe bekerja lebih baik meredakan gejala migrain jika digunakan sebagai terapi tambahan, dibanding hanya minum obat pereda nyeri saja.

2. Menghilangkan mual

Pamor jahe sebagai penghilang mual dan pencegah mabuk laut sudah tidak perlu diragukan lagi. Minum air jahe juga bermanfaat untuk meredakan mual-muntah, termasuk yang muncul sebagai efek samping pemulihan setelah operasi, kemoterapi, dan kehamilan

3. Melawan peradangan rematik dan osteoarthritis

Rutin minum air jahe dapat membantu mencegah dan mengurangi peradangan yang disebabkan oleh nyeri sendi osteoarthritis dan rematik.

Ini karena sejumlah komponen aktif dalam jahe, seperti gingerol, gingerdione, dan zingeron bekerja menurunkan zat alami pemicu peradangan dalam tubuh. Jahe juga mengandung oleoresin yang bekerja melawan peradangan.

4. Kaya antioksidan untuk perangi risiko penyakit kronis

Jahe kering adalah sumber Antioksidan tinggi yang berpotensi melindungi Anda dari efek buruk radikal bebas. Tubuh Anda bisa mendapatkan radikal bebas dari lingkungan sekitar, seperti paparan sinar matahari, radiasi, ozon, asap rokok, polusi udara dari asap knalpot, bahan kimia industri, serta makanan dan minuman yang Anda konsumsi.

Radikal bebas ditengarai menjadi faktor risiko dari berbagai penyakit kronis seperti tumor, kanker, penyakit jantung, berkurangnya kemampuan penglihatan, hingga gangguan saraf terkait usia, Radikal bebas juga menyebabkan penuaan dini.

 

5. Mengendalikan kadar gula darah diabetes

Sudah banyak penelitian yang melaporkan  jahe mampu menurunkan kadar gula darah dan membantu mengatur respon insulin pada penderita diabetes.

Nah, sebuah penelitian dari Iran menambahkan bahwa di Iran menemukan bahwa jahe khususnya Menurunkan darah gula puasa dan kadar HbA1c dalam darah. Orang-orang pengidap Diabetes tipe 2 yang minum suplemen jahe mengalami penurunan gula darah puasa yang cukup drastis.

Selain itu, sifat antiradang dalam jahe juga dapat mencegah komplikasi diabetes,  penyakit jantung, dan stroke. Peneliti melaporkan bahwa manfaat ini akan terasa lebih menguntungkan ketika air jahe dicampur dengan bubuk kayu manis.

6. Menurunkan berat badan

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 10 pria melaporkan bahwa rutin minum air jahe panas setelah sarapan menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama daripada hanya makan pagi saja. Studi lain juga menemukan bahwa jahe dapat membantu mengurangi nafsu makan.

Sebuah artikel di British Journal of Nutrition melaporkan bahwa jahe mampu mengendalikan kadar gula darah dan kolesterol, serta meningkatkan laju metabolisme sehingga tubuh lebih efektif membakar lemak.

Meski begitu, perlu penelitian lebih mendalam dengan jangkauan yang lebih luas guna memastikan manfaat jahe untuk penurunan berat badan.




Monday, 2 November 2020

Perpustakaan bisa buat otak sehat loh!!

Membaca buku memberikan banyak manfaat bagi siapa pun, baik orang dewasa atau anak kecil. Ada berbagai manfaat yang bisa dirasakan dengan gemar membaca buku, seperti sebagai sarana hiburan, menambah kemampuan seseorang, hingga menambah aspek pengetahuan. Membaca buku menjadi salah satu kebiasaan yang positif dan bisa dilakukan kapan saja.


Namun, tahukah kamu bahwa dengan rutin membaca buku dapat bermanfaat untuk kesehatan otak? Dan juga rajin membaca dan berkunjung ke perpustakaan bisa membuat kita sehat? Karena rileks dan suasannya yang nyaman?


Berikut ini manfaat yang bisa dirasakan dengan kebiasaan membaca buku bagi otak dan kesehatan yaitu:


1. Memperlambat Proses Penyakit Alzheimer


Bagi pengidap Alzheimer, menjalankan pengobatan yang disarankan oleh dokter menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. Namun, di sela-sela pengobatan yang dilakukan, sebaiknya coba mengisi waktu dengan membaca buku. Melansir Caring Everyday, membaca menurunkan risiko protein beta amyloid dalam otak yang meningkatkan risiko Alzheimer.


2. Meningkatkan Daya Ingat


Melansir The Best Brain Possible, kebiasaan membaca buku meningkatkan daya ingat seseorang. Ketika sedang membaca, otak tidak hanya menguraikan kata-kata yang kamu baca. Dengan membaca, neurobiologis memproses gambar maupun ucapan yang muncul ketika kamu membaca. Saat membaca bagian otak yang mengatur penglihatan dan bahasa bekerja sama untuk menghasilkan sesuatu yang kamu mengerti dan lebih mudah untuk diingat.



3. Meningkatkan Kemampuan Konsentrasi


Membaca mampu meningkatkan kemampuan konsentrasi menjadi lebih baik lagi. Cobalah untuk rutin membaca buku agar kemampuan konsentrasi semakin terasah dengan baik. Jika kamu merasa mengalami gangguan konsentrasi, segera gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya pada dokter mengenai keluhan kesehatan yang dialami. Ada berbagai faktor yang menurunkan kemampuan konsentrasi seseorang, salah satunya stres dan depresi.


4. Menurunkan Risiko Stres dan Depresi


Faktor lingkungan, situasi, serta kesehatan meningkatkan risiko stres maupun depresi pada seseorang. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini, salah satunya dengan membaca buku.


Melansir Huffpost, membaca buku dapat digunakan dengan lebih efektif untuk menurunkan stres dibandingkan berjalan kaki maupun mendengarkan lagu. Jadi, tidak ada salahnya membiasakan diri untuk belajar mencintai kegiatan membaca agar kesehatan mental tetap terjaga dengan baik.


5. Hiburan Murah


Tidak ada salahnya sesekali mengunjungi perpustakaan. Tentunya pada perpustakaan kamu menemukan berbagai macam jenis buku yang ingin dibaca, mulai dari cerita fiksi, novel, hingga buku dengan cerita yang menarik.


6. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi


Ingin meningkatkan kemampuan komunikasi menjadi lebih baik? Jangan lupa untuk membaca buku setiap harinya. Memiliki kebiasaan membaca buku meningkatkan kemampuan komunikasi dalam otak. Selain itu, penambahan kosakata menjadi cara yang baik untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam keseharian.






Perut kamu sakit? Mungkin itu Diare!!!

Penyebab diare yang paling umum adalah konsumsi makanan yang telah tercemar bakteri kotoran, bahkan racun. Tetapi, penyakit diare juga bisa terjadi akibat hal lain, misalnya terlalu banyak konsumsi minuman beralkohol, efek samping obat, atau masalah kesehatan tertentu.

Walaupun dapat sembuh dengan sendirinya, kondisi diare tetap tidak boleh disepelekan. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, diare yang tidak segera ditangani pun bisa menyebabkan dehidrasi.

Karenanya, Anda perlu melakukan beberapa langkah mudah di bawah ini sebagai upaya meredakan gejala sekaligus mempercepat proses penyembuhan diare, yakni:

 

1. Banyak minum untuk menggantikan cairan yang hilang

Ketika diare, tubuh akan kehilangan banyak cairan dan mineral. Terbuangnya cairan dari dalam tubuh secara terus-menerus dapat berdampak pada dehidrasi yang memperburuk kondisi Anda.

Untuk mengatasi gejala diare sekaligus mencegah dehidrasi, Anda disarankan untuk mencukupi kebutuhan cairan dengan minum 2 – 3 liter air putih atau sekitar 8-12 gelas ukuran sedang setiap hari.

Air putih memang sumber cairan terbaik selama diare, namun Anda juga bisa memenuhi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi sup, kuah kaldu, atau jus buah-buahan segar.

Untuk mengembalikan kadar garam serta mineral yang hilang akibat BAB terus-menerus, Anda dapat meminum cairan elektrolit. Larutan ini dapat membantu usus membuat tekstur feses menjadi lebih padat.

 

2. Mengonsumsi makanan bergizi untuk memenuhi asupan nutrisi

Selama diare, Anda sebaiknya tidak makan sembarangan. Konsumsi makanan yang tidak tepat justru akan memperberat kerja usus, yang akhirnya memperparah gejala diare.

Perbanyaklah makanan tinggi karbohidrat tetapi rendah serat, minim proses olahan, serta tanpa menggunakan banyak bumbu. Contohnya adalah nasi merah atau putih, kentang, roti, biskuit, pisang, daging ayam tanpa kulit, dan sup.

Jenis makanan ini akan mudah dicerna dan diserap oleh perut sehingga meringankan kerja usus dalam mengolah makanan. Konsumsi makanan tersebut selama 2 – 3 hari atau sampai frekuensi serta tekstur BAB terlihat mendingan.

Selain makanan rendah serat, Anda juga dianjurkan mengonsumsi makanan dengan kandungan probiotik. Sumber probiotik yang baik adalah yogurt, terutama yang tidak mengandung perasa. Beberapa perasa buatan dapat memperburuk gejala diare.

 

3. Menghindari konsumsi makanan yang memperparah diare

Saat Anda diare, hindarilah makanan yang mengandung pemanis buatan, berminyak, berlemak, pedas, dan kurang matang. Hentikan dulu konsumsi minuman berkafein, bersoda, serta susu dan produk olahannya seperti es krim sampai diare sembuh. Minuman tersebut dapat memicu produksi urin yang membuat Anda jadi lebih mudah dehidrasi.

Makanan lain yang harus dihindari selama diare adalah buah-buahan dan sayuran yang memicu gas, seperti buah beri, kubis, jagung, buncis, brokoli, jagung, dan kol.

Anda juga disarankan untuk menghindari minuman berkafein (kopi, teh, soda), beralkohol, dan tinggi kandungan gula.

 

4. Menyesuaikan porsi makan

Bukan cuma jenis makanannya, Anda juga perlu memperhatikan porsinya. Porsi makan yang terlalu banyak akan memperberat kerja otot-otot saluran pencernaan. Hal ini malah memperparah gejala diare dan memperlambat proses penyembuhannya.

Sebagai gantinya, makanlah dengan porsi yang lebih kecil, tapi lebih sering. Anda bisa membagi 3 porsi makanan utama menjadi 5 – 6 porsi yang lebih kecil.

 

5. Minum teh chamomile

Cara alami lain yang bisa Anda coba untuk mengobati diare di rumah adalah minum teh chamomile. Studi Janmejai KS. pada tahun 2010 menemukan bahwa chamomile dapat membantu mengatasi gejala diare ringan, seperti kembung, sakit perut, dan mual. Peneliti juga menunjukkan chamomile bisa mempercepat proses penyembuhan diare.

 

6. Minum obat diare, jika perlu

Apabila kondisi Anda masih belum membaik setelah mencoba berbagai cara di atas, Anda bisa mengonsumsi obat diare di apotek. Namun, jika setelah Anda minum obat gejala diare masih ada, segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih efektif. Begitu pula, kalau gejala diare belum membaik dalam waktu 2 – 3 hari.








Wednesday, 30 September 2020

Covid-19! Si virus yang berbahaya!

 

Tingkat Kematian Akibat COVID-19

Menurut data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Republik Indonesia, jumlah kasus terkonfirmasi positif hingga 5 Oktober 2020 adalah 303.498 orang dengan jumlah kematian 11.151 orang.

Dari kedua angka ini dapat disimpulkan bahwa case fatality rate atau tingkat kematian yang disebabkan oleh COVID-19 di Indonesia adalah sekitar 3,7%. Case fatality rate adalah presentase jumlah kematian dari seluruh jumlah kasus positif COVID-19 yang sudah terkonfirmasi dan dilaporkan.

Merujuk pada data tersebut, tingkat kematian (case fatality rate) berdasarkan kelompok usia adalah sebagai berikut:

  • 0–5 tahun: 1,17%
  • 6–18 tahun: 0,47%
  • 19–30 tahun: 0,57%
  • 31–45 tahun: 1,58%
  • 46–59 tahun: 6,02%
  • >60 tahun: 14,48%

Dari seluruh penderita COVID-19 yang meninggal dunia, 0,8% berusia 0–5 tahun, 1% berusia 6–18 tahun, 3,8% berusia 19–30 tahun, 13,4% berusia 31–45 tahun, 39,2% berusia 46–59 tahun, dan 41,8% berusia 60 tahun ke atas.

Sedangkan berdasarkan jenis kelamin, 58,7% penderita yang meninggal akibat COVID-19 adalah laki-laki dan 41,3% sisanya adalah perempuan.

Penyebab COVID-19

COVID-19 disebabkan oleh SARS-CoV-2, yaitu virus jenis baru dari coronavirus (kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan). Infeksi virus Corona bisa menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu, atau infeksi sistem pernapasan dan paru-paru, seperti pneumonia.

COVID-19 awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Setelah itu, diketahui bahwa infeksi ini juga bisa menular dari manusia ke manusia. Penularannya bisa melalui cara-cara berikut:

  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 bersin atau batuk
  • Memegang mulut, hidung, atau mata tanpa mencuci tangan terlebih dulu, setelah menyentuh benda yang terkena droplet penderita COVID-19
  • Kontak jarak dekat (kurang dari 2 meter) dengan penderita COVID-19 tanpa mengenakan masker

CDC dan WHO menyatakan COVID-19 juga bisa menular melalui aerosol (partikel zat di udara). Meski demikian, cara penularan ini hanya terjadi dalam prosedur medis tertentu, seperti bronkoskopi, intubasi endotrakeal, hisap lendir, dan pemberian obat hirup melalui nebulizer.

Kamis,1 Oktober 2020

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial Twitter,

Hal itu tak dipungkiri lantaran ketidakhadirannya dalam program Mata Najwa yang dipandu Najwa Shihab pada Senin (28/9/2020)

Dalam program Mata Najwa, Najwa Shihab mengatakan jika beberapa kali sudah mencoba mengundang Terawan untuk hadir di acara yang ia bawakan. Sayangnya, Terawan selalu saja absen dari undangan tersebut.

Undangan itu sudah ia sampaikan jauh sebelum dibuatnya video "Mata Najwa" edisi "Menanti Terawan" di media sosial.

Najwa mengatakan, undangan yang ia sampaikan tidak selalu direspons oleh pihak Menkes. Sekalinya dijawab, pihak Menkes mengaku tidak bisa hadir dengan alasan padatnya jadwal.

Bukan hanya di program milik Najwa Shihab, Menkes Terawan diketahui juga selama ini jarang terlihat batang hidungnya di hadapan publik dalam menanggapi covid-19.


Persebaran pandemi yang kian pesat, menjadi kekhawtiran yang tidak umum lagi bagi masyarakat, demografik yang mencuat dan membumbung tinggi skemanya,dibanding negara lain yang kian mulai melandai.

menjadi tanda tanya besar,kemenkes melakukan kiat apa dari sekain bulan yang lalu? sampai-sampai menterinya bak hilang ditelan bumi,yang ada hanya seorang jubirnya yang selalu mengumumkan berita kenaikan wabah ini.