Thursday, 19 November 2020
Aman! Nyaman! Efisien! RFID kini hadir di perpustakaan!
Thursday, 12 November 2020
Minum Air Jahe Yuk!
Jahe sudah dikenal selama ribuan tahun sebagai rempah yang punya banyak manfaat. Selain diolah menjadi jamu atau ke dalam masakan favorit Anda, jahe juga bisa diminum airnya untuk mengobati berbagai keluhan kesehatan. Berikut berbagai manfaat kesehatan yang bisa Anda peroleh jika rajin minum air jahe.
1. Meredakan nyeri dan sakit
Gingerol dan fenol, senyawa kimia yang terkandung dalam jahe, bersifat antinyeri yang bisa meredakan rasa sakit. Keduanya berkhasiat meredakan gejala iritasi lambung, meredakan kram perut menstruasi, hingga nyeri otot setelah berolahraga.
Sebuah penelitian yang melibatkan 60 orang dewasa pengidap migrain melaporkan bahwa air jahe bekerja lebih baik meredakan gejala migrain jika digunakan sebagai terapi tambahan, dibanding hanya minum obat pereda nyeri saja.
2. Menghilangkan mual
Pamor jahe sebagai penghilang mual dan pencegah mabuk laut sudah tidak perlu diragukan lagi. Minum air jahe juga bermanfaat untuk meredakan mual-muntah, termasuk yang muncul sebagai efek samping pemulihan setelah operasi, kemoterapi, dan kehamilan
3. Melawan peradangan rematik dan osteoarthritis
Rutin minum air jahe dapat membantu mencegah dan mengurangi peradangan yang disebabkan oleh nyeri sendi osteoarthritis dan rematik.
Ini karena sejumlah komponen aktif dalam jahe, seperti gingerol, gingerdione, dan zingeron bekerja menurunkan zat alami pemicu peradangan dalam tubuh. Jahe juga mengandung oleoresin yang bekerja melawan peradangan.
4. Kaya antioksidan untuk perangi risiko penyakit kronis
Jahe kering adalah sumber Antioksidan tinggi yang berpotensi melindungi Anda dari efek buruk radikal bebas. Tubuh Anda bisa mendapatkan radikal bebas dari lingkungan sekitar, seperti paparan sinar matahari, radiasi, ozon, asap rokok, polusi udara dari asap knalpot, bahan kimia industri, serta makanan dan minuman yang Anda konsumsi.
Radikal bebas ditengarai menjadi faktor risiko dari berbagai penyakit kronis seperti tumor, kanker, penyakit jantung, berkurangnya kemampuan penglihatan, hingga gangguan saraf terkait usia, Radikal bebas juga menyebabkan penuaan dini.
5. Mengendalikan kadar gula darah diabetes
Sudah banyak penelitian yang melaporkan jahe mampu menurunkan kadar gula darah dan membantu mengatur respon insulin pada penderita diabetes.
Nah, sebuah penelitian dari Iran menambahkan bahwa di Iran menemukan bahwa jahe khususnya Menurunkan darah gula puasa dan kadar HbA1c dalam darah. Orang-orang pengidap Diabetes tipe 2 yang minum suplemen jahe mengalami penurunan gula darah puasa yang cukup drastis.
Selain itu, sifat antiradang dalam jahe juga dapat mencegah komplikasi diabetes, penyakit jantung, dan stroke. Peneliti melaporkan bahwa manfaat ini akan terasa lebih menguntungkan ketika air jahe dicampur dengan bubuk kayu manis.
6. Menurunkan berat badan
Sebuah penelitian yang dilakukan pada 10 pria melaporkan bahwa rutin minum air jahe panas setelah sarapan menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama daripada hanya makan pagi saja. Studi lain juga menemukan bahwa jahe dapat membantu mengurangi nafsu makan.
Sebuah artikel di British Journal of Nutrition melaporkan bahwa jahe mampu mengendalikan kadar gula darah dan kolesterol, serta meningkatkan laju metabolisme sehingga tubuh lebih efektif membakar lemak.
Meski begitu, perlu penelitian lebih mendalam dengan jangkauan yang lebih luas guna memastikan manfaat jahe untuk penurunan berat badan.
Monday, 2 November 2020
Perpustakaan bisa buat otak sehat loh!!
Membaca buku memberikan banyak manfaat bagi siapa pun, baik orang dewasa atau anak kecil. Ada berbagai manfaat yang bisa dirasakan dengan gemar membaca buku, seperti sebagai sarana hiburan, menambah kemampuan seseorang, hingga menambah aspek pengetahuan. Membaca buku menjadi salah satu kebiasaan yang positif dan bisa dilakukan kapan saja.
Namun, tahukah kamu bahwa dengan rutin membaca buku dapat bermanfaat untuk kesehatan otak? Dan juga rajin membaca dan berkunjung ke perpustakaan bisa membuat kita sehat? Karena rileks dan suasannya yang nyaman?
Berikut ini manfaat yang bisa dirasakan dengan kebiasaan membaca buku bagi otak dan kesehatan yaitu:
1. Memperlambat Proses Penyakit Alzheimer
Bagi pengidap Alzheimer, menjalankan pengobatan yang disarankan oleh dokter menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. Namun, di sela-sela pengobatan yang dilakukan, sebaiknya coba mengisi waktu dengan membaca buku. Melansir Caring Everyday, membaca menurunkan risiko protein beta amyloid dalam otak yang meningkatkan risiko Alzheimer.
2. Meningkatkan Daya Ingat
Melansir The Best Brain Possible, kebiasaan membaca buku meningkatkan daya ingat seseorang. Ketika sedang membaca, otak tidak hanya menguraikan kata-kata yang kamu baca. Dengan membaca, neurobiologis memproses gambar maupun ucapan yang muncul ketika kamu membaca. Saat membaca bagian otak yang mengatur penglihatan dan bahasa bekerja sama untuk menghasilkan sesuatu yang kamu mengerti dan lebih mudah untuk diingat.
3. Meningkatkan Kemampuan Konsentrasi
Membaca mampu meningkatkan kemampuan konsentrasi menjadi lebih baik lagi. Cobalah untuk rutin membaca buku agar kemampuan konsentrasi semakin terasah dengan baik. Jika kamu merasa mengalami gangguan konsentrasi, segera gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya pada dokter mengenai keluhan kesehatan yang dialami. Ada berbagai faktor yang menurunkan kemampuan konsentrasi seseorang, salah satunya stres dan depresi.
4. Menurunkan Risiko Stres dan Depresi
Faktor lingkungan, situasi, serta kesehatan meningkatkan risiko stres maupun depresi pada seseorang. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini, salah satunya dengan membaca buku.
Melansir Huffpost, membaca buku dapat digunakan dengan lebih efektif untuk menurunkan stres dibandingkan berjalan kaki maupun mendengarkan lagu. Jadi, tidak ada salahnya membiasakan diri untuk belajar mencintai kegiatan membaca agar kesehatan mental tetap terjaga dengan baik.
5. Hiburan Murah
Tidak ada salahnya sesekali mengunjungi perpustakaan. Tentunya pada perpustakaan kamu menemukan berbagai macam jenis buku yang ingin dibaca, mulai dari cerita fiksi, novel, hingga buku dengan cerita yang menarik.
6. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi
Ingin meningkatkan kemampuan komunikasi menjadi lebih baik? Jangan lupa untuk membaca buku setiap harinya. Memiliki kebiasaan membaca buku meningkatkan kemampuan komunikasi dalam otak. Selain itu, penambahan kosakata menjadi cara yang baik untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam keseharian.
Perut kamu sakit? Mungkin itu Diare!!!
Penyebab diare yang paling umum adalah konsumsi makanan yang telah tercemar bakteri kotoran, bahkan racun. Tetapi, penyakit diare juga bisa terjadi akibat hal lain, misalnya terlalu banyak konsumsi minuman beralkohol, efek samping obat, atau masalah kesehatan tertentu.
Walaupun dapat sembuh dengan sendirinya, kondisi diare tetap tidak boleh disepelekan. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, diare yang tidak segera ditangani pun bisa menyebabkan dehidrasi.
Karenanya, Anda perlu melakukan beberapa langkah mudah di bawah ini sebagai upaya meredakan gejala sekaligus mempercepat proses penyembuhan diare, yakni:
1. Banyak minum untuk menggantikan cairan yang hilang
Ketika diare, tubuh akan kehilangan banyak cairan dan mineral. Terbuangnya cairan dari dalam tubuh secara terus-menerus dapat berdampak pada dehidrasi yang memperburuk kondisi Anda.
Untuk mengatasi gejala diare sekaligus mencegah dehidrasi, Anda disarankan untuk mencukupi kebutuhan cairan dengan minum 2 – 3 liter air putih atau sekitar 8-12 gelas ukuran sedang setiap hari.
Air putih memang sumber cairan terbaik selama diare, namun Anda juga bisa memenuhi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi sup, kuah kaldu, atau jus buah-buahan segar.
Untuk mengembalikan kadar garam serta mineral yang hilang akibat BAB terus-menerus, Anda dapat meminum cairan elektrolit. Larutan ini dapat membantu usus membuat tekstur feses menjadi lebih padat.
2. Mengonsumsi makanan bergizi untuk memenuhi asupan nutrisi
Selama diare, Anda sebaiknya tidak makan sembarangan. Konsumsi makanan yang tidak tepat justru akan memperberat kerja usus, yang akhirnya memperparah gejala diare.
Perbanyaklah makanan tinggi karbohidrat tetapi rendah serat, minim proses olahan, serta tanpa menggunakan banyak bumbu. Contohnya adalah nasi merah atau putih, kentang, roti, biskuit, pisang, daging ayam tanpa kulit, dan sup.
Jenis makanan ini akan mudah dicerna dan diserap oleh perut sehingga meringankan kerja usus dalam mengolah makanan. Konsumsi makanan tersebut selama 2 – 3 hari atau sampai frekuensi serta tekstur BAB terlihat mendingan.
Selain makanan rendah serat, Anda juga dianjurkan mengonsumsi makanan dengan kandungan probiotik. Sumber probiotik yang baik adalah yogurt, terutama yang tidak mengandung perasa. Beberapa perasa buatan dapat memperburuk gejala diare.
3. Menghindari konsumsi makanan yang memperparah diare
Saat Anda diare, hindarilah makanan yang mengandung pemanis buatan, berminyak, berlemak, pedas, dan kurang matang. Hentikan dulu konsumsi minuman berkafein, bersoda, serta susu dan produk olahannya seperti es krim sampai diare sembuh. Minuman tersebut dapat memicu produksi urin yang membuat Anda jadi lebih mudah dehidrasi.
Makanan lain yang harus dihindari selama diare adalah buah-buahan dan sayuran yang memicu gas, seperti buah beri, kubis, jagung, buncis, brokoli, jagung, dan kol.
Anda juga disarankan untuk menghindari minuman berkafein (kopi, teh, soda), beralkohol, dan tinggi kandungan gula.
4. Menyesuaikan porsi makan
Bukan cuma jenis makanannya, Anda juga perlu memperhatikan porsinya. Porsi makan yang terlalu banyak akan memperberat kerja otot-otot saluran pencernaan. Hal ini malah memperparah gejala diare dan memperlambat proses penyembuhannya.
Sebagai gantinya, makanlah dengan porsi yang lebih kecil, tapi lebih sering. Anda bisa membagi 3 porsi makanan utama menjadi 5 – 6 porsi yang lebih kecil.
5. Minum teh chamomile
Cara alami lain yang bisa Anda coba untuk mengobati diare di rumah adalah minum teh chamomile. Studi Janmejai KS. pada tahun 2010 menemukan bahwa chamomile dapat membantu mengatasi gejala diare ringan, seperti kembung, sakit perut, dan mual. Peneliti juga menunjukkan chamomile bisa mempercepat proses penyembuhan diare.
6. Minum obat diare, jika perlu
Apabila kondisi Anda masih belum membaik setelah mencoba berbagai cara di atas, Anda bisa mengonsumsi obat diare di apotek. Namun, jika setelah Anda minum obat gejala diare masih ada, segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih efektif. Begitu pula, kalau gejala diare belum membaik dalam waktu 2 – 3 hari.






